TINTELIJENPOS.com, Manado – Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan besar di jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Dadan Hindayana resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN dan digantikan oleh Nanik Sudaryati Deyang.
Pergantian ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Istana Negara pada Selasa (2/5) malam. Selain Kepala BGN, posisi Wakil Kepala BGN juga mengalami pergantian dari Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya kepada Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono.
”Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian di Badan Gizi Nasional. Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini,” ujar Prasetyo Hadi.
Sorotan Kinerja dan Kasus Keracunan
Pergantian pimpinan ini dinilai tidak terlepas dari sejumlah persoalan yang mendera program unggulan Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama masa kepemimpinan Dadan sejak Agustus 2024, tercatat beberapa kali terjadi kasus keracunan makanan pada anak sekolah yang menjadi penerima manfaat program tersebut.
Rentetan insiden itu sempat memaksa pihak BGN untuk membekukan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pemasok menu. Data mencatat, sejak program dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, sebanyak 8.182 dari 27.208 SPPG di seluruh Indonesia telah dikenai sanksi penangguhan (suspend).
Program Prioritas Pemerintah
Badan Gizi Nasional sendiri merupakan lembaga non-kementerian yang bertanggung jawab penuh atas pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui program MBG. Hingga rilis data terakhir pada 3 Maret 2026, program ini mencakup 61.239.037 penerima manfaat, di mana mayoritas atau sekitar 49 juta di antaranya adalah siswa sekolah di seluruh penjuru Tanah Air.
Masyarakat kini menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru di BGN agar program yang menjadi janji kampanye unggulan Presiden Prabowo ini dapat berjalan lebih aman dan berkualitas bagi generasi muda Indonesia.
(Red)







Komentar