Alarm Darurat Pantura: AHY Peringatkan Potensi Tenggelamnya Pesisir Jawa pada 2050

Senin, 11 Mei 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

INTELIJENPOS.com, Manado – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengumpulkan sejumlah pejabat tinggi negara dan kepala daerah dalam rapat koordinasi (rakor) mendesak, Senin (4/5/2026). Agenda utama pertemuan ini adalah membahas kondisi kritis pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa yang terancam oleh fenomena alam ganda.

Ancaman “Twin Pressure”

​Dalam paparannya, AHY menegaskan bahwa Pantura Jawa saat ini sedang menghadapi tekanan ganda (twin pressure) yang sangat mengkhawatirkan:

  • Penurunan Tanah (Land Subsidence): Mencapai 15 hingga 20 cm per tahun, dengan dampak terparah terlihat di Jakarta dan Semarang.
  • Kenaikan Air Laut: Akibat pemanasan global, permukaan air laut naik sekitar 0,8 hingga 1,2 cm setiap tahunnya.

​”Ini adalah ancaman nyata. Jika tanpa intervensi serius, proyeksi penggenangan air laut pada tahun 2050 akan jauh lebih destruktif dibandingkan kondisi saat ini,” ujar AHY mengutip arahan Presiden Prabowo Subianto.

Krisis Air Bersih dan Dampak Ekonomi

​Selain ancaman tenggelam, AHY menyoroti paradoks air di Pantura. Di satu sisi kawasan ini terendam banjir rob, namun di sisi lain warga mulai mengalami kelangkaan air bersih yang ekstrem.

​Masalah ini bukan sekadar isu lingkungan, melainkan ancaman terhadap stabilitas ekonomi nasional. Data menunjukkan bahwa:

  1. ​Pantura Jawa berkontribusi sebesar 27,53% terhadap PDB Nasional.
  2. ​Nilai ekonomi kawasan ini mencapai US$368,37 miliar.
  3. ​Kerusakan infrastruktur akibat banjir dan penurunan tanah berisiko melumpuhkan urat nadi ekonomi Indonesia tersebut.

Langkah Terintegrasi

​Rapat ini dihadiri oleh Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf, Kepala BRIN Arif Satria, serta jajaran wakil menteri. AHY menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah konkret.

​”Kita harus bergerak kompak. Jangan sampai kerusakan lingkungan ini semakin buruk. Penyelamatan Pantura adalah harga mati untuk menjaga masa depan ekonomi dan keselamatan warga kita,” tegas AHY

(Lukhy)

Berita Terkait

Putusan MK: Anggaran Makan Bergizi Gratis Pisah dari Pos Pendidikan Paling Lambat APBN 2028
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka kepada Insan Pers Terkait Pernyataan Kontroversial
Koalisi Masyarakat Sipil Luncurkan “Kabinet Bayangan”
PWI Pusat Kecam Pernyataan Hotman Paris yang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan
Rekrutmen Polri 2026 Tidak Ada Lagi Kuota Khusus
Dugaan Korupsi Notifikasi SMS dan WhatsApp Oleh BRI dan Telkom Diselidiki KPK
Buntut Rentetan Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis, Presiden Prabowo Copot Kepala Badan Gizi Nasional
‘The Economist’ Majalah Berita Internasional Terkemuka Menampar Keras Pemerintahan Prabowo
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:19 WIB

Putusan MK: Anggaran Makan Bergizi Gratis Pisah dari Pos Pendidikan Paling Lambat APBN 2028

Senin, 20 Juli 2026 - 14:19 WIB

Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka kepada Insan Pers Terkait Pernyataan Kontroversial

Minggu, 19 Juli 2026 - 22:36 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Luncurkan “Kabinet Bayangan”

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:29 WIB

PWI Pusat Kecam Pernyataan Hotman Paris yang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:05 WIB

Rekrutmen Polri 2026 Tidak Ada Lagi Kuota Khusus

Berita Terbaru