INTELIJENPOS.com, MANADO – Suasana hiruk-pikuk kawasan Jumbo Swalayan, pusat Kota Manado, berubah mencekam pada Sabtu, 6 Juni 2026. Sebuah peristiwa berdarah merenggut nyawa Fery Maheru, seorang sopir angkot yang akrab disapa warga dengan panggilan Pheyy.

Di tengah ramainya aktivitas masyarakat, ia menjadi korban penikaman yang berujung fatal.
Kejadian yang berlangsung di area terbuka ini sontak menarik perhatian banyak saksi mata dan pengguna jalan yang melintas.
Luka serius yang diderita korban membuat nyawanya tak tertolong lagi. Kabar duka ini dengan cepat menyebar dan menyelimuti media sosial dengan ungkapan duka cita serta keprihatinan mendalam dari warga atas nasib tragis yang menimpa sang pengemudi.

Tak lama berselang, pelaku dikabarkan telah menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Saat ini, aparat kepolisian tengah melakukan pendalaman intensif guna menyingkap motif di balik aksi kekerasan tersebut, sembari mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti pendukung di lokasi kejadian untuk proses hukum lebih lanjut.







Komentar