Penyelundupan 390 Ton Bahan Baku Nuklir Bernilai Triliunan Rupiah Digagalkan TNI AD

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

INTELIJENPOS.com, BATAMTentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menunjukkan taringnya dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam nasional. Sebanyak 390 ton muatan mineral ilegal yang mengandung Logam Tanah Jarang (LTJ) serta berbagai jenis bahan baku nuklir berhasil diamankan dari kapal TB Capricorn 106/TK Capricorn 92.210 di Dermaga Mako Kodaeral IV, Batam, Selasa (26/05/2026).

Peninjauan Barang Bukti Strategis

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon, memimpin langsung peninjauan barang bukti tersebut bersama rombongan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH). Dalam kunjungan ini, hadir pula Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Dr. Febrie Adriansyah, serta Pangkoarmada RI, Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata.

Penangkapan ini bermula dari patroli laut jajaran Koarmada RI melalui KRI Kujang-642 BKO Guskamla Koarmada I pada 17 Mei 2026. Penindakan dilakukan karena adanya dugaan pelanggaran tata niaga ekspor mineral dan kepabeanan yang mengancam kekayaan strategis negara.

Temuan Laboratorium: Kandungan Radioaktif Tinggi

Hasil uji laboratorium di PT Timah Kundur terhadap sampel dari 15 kontainer (dari total 25 kontainer yang diamankan) menunjukkan temuan yang mencengangkan. Selain Titanium Oksida, ditemukan berbagai unsur yang masuk dalam kategori bahan baku nuklir, yakni:

Zirconium Oxide

Thorium Oxide

Neodymium Oxide

Triuranium Oktasida

Serium Oksida

Akibat besarnya volume dan nilai strategis mineral tersebut, total nilai tangkapan ini ditaksir mencapai angka triliunan rupiah.

Komitmen Sinergi Pengamanan Laut

Komandan Kodaeral IV, Laksda TNI Berkat Widjanarko, dalam paparannya menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi intensif lintas instansi.

“Penggagalan ini adalah wujud nyata komitmen TNI AL dalam melaksanakan perintah Presiden RI dan Panglima TNI. Kami memastikan setiap jengkal perairan Indonesia akan terus diawasi ketat dari aktivitas ilegal yang tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan lingkungan dan kedaulatan bangsa,” tegas Laksda TNI Berkat Widjanarko.

Senada dengan hal tersebut, Pangkoarmada RI menegaskan bahwa TNI AL akan terus menempatkan prajuritnya di garda terdepan untuk memastikan hukum ditegakkan di seluruh perairan Indonesia. Saat ini, proses investigasi mendalam masih terus berjalan untuk menyeret para pihak yang bertanggung jawab ke ranah hukum.

(Red)

Berita Terkait

PWI Surakarta Kecam Pernyataan Prabowo soal “Londo Ireng”: Pers Bukan Musuh Negara
Tim Tabur Kejati Sulut Amankan Buronan Kasus Persetubuhan Anak di Minahasa Utara
Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Polda Metro Jaya Jemput Paksa Roy Suryo dan Dokter Tifa
Rugikan Negara Rp45 Miliar, Direktur PT HWR Resmi Ditahan Kejaksaan Tinggi Sulut
Pra Peradilan Chiytia Kalangit Ditolak!, Kejati Sulut Lanjutkan Proses Hukum
Kasus Fortuner di Polres Minahasa Masih “Menggantung” Meski Sudah Digelar Perkara
Mobil Fortuner Pensiunan Polisi, Hilang di Kantor Polisi, Terduga Pelaku Anggota Polisi
TNI Diritik Human Rights Watch Pelibatan Penindakan Begal
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 08:50 WIB

Tim Tabur Kejati Sulut Amankan Buronan Kasus Persetubuhan Anak di Minahasa Utara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 00:16 WIB

Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Polda Metro Jaya Jemput Paksa Roy Suryo dan Dokter Tifa

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:39 WIB

Rugikan Negara Rp45 Miliar, Direktur PT HWR Resmi Ditahan Kejaksaan Tinggi Sulut

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:38 WIB

Pra Peradilan Chiytia Kalangit Ditolak!, Kejati Sulut Lanjutkan Proses Hukum

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:26 WIB

Kasus Fortuner di Polres Minahasa Masih “Menggantung” Meski Sudah Digelar Perkara

Berita Terbaru