INTELIJENPOS.COM, MANADO — Situasi di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo kembali memburuk menyusul munculnya kepulan asap pekat yang mencemari udara dan menyelimuti perumahan warga sekitar. Asap tebal yang berasal dari sisa kebakaran sejak hari sebelumnya ini kian meluas hingga mencapai wilayah Politeknik, Jumat(25/9/2026)

Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun di lapangan, terpantau adanya aktivitas pembongkaran muatan sampah oleh armada dump truck di area TPA Sumompo.
Aktivitas bongkar muat tersebut mengakibatkan kepulan asap pekat kembali terjadi dan meluas secara signifikan, yang diduga memicu kembali titik-titik api tersembunyi di bawah tumpukan sampah.
Inforrmasi yang dihimpun dari warga setempat, peningkatan volume dan kepekatan asap terjadi secara signifikan sesaat setelah sejumlah armada dump truck masuk dan melepas muatan sampah di area TPA. Aktivitas pembongkaran muatan tersebut diduga memicu kembali titik-titik api tersembunyi (deep-seated fire) di bawah tumpukan sampah yang belum sepenuhnya padam secara tuntas.
Keluhan dan Kekecewaan Warga terhadap Dinas Terkait
Menghadapi situasi yang terus berulang ini, keluhan keras datang dari masyarakat sekitar. Warga menyuarakan kekecewaan mendalam dalam menangani persoalan kronis di TPA Sumompo.
Menurut warga, kebijakan yang diambil dinilai setengah-setengah dan mengabaikan keselamatan publik. Mereka mendesak Dinas Terkait untuk tidak sekadar diam atau menunggu jatuhnya korban kesehatan yang lebih parah akibat polusi udara yang mencaplok ruang hidup mereka setiap hari.
Dampak, Ancaman Kesehatan, dan Urgensi Evaluasi
Kondisi udara yang kian memburuk memicu kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat. Asap pekat tidak hanya mengganggu kenyamanan beraktivitas, tetapi juga menurunkan jarak pandang di jalur lalu lintas sekitar, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara roda dua maupun roda empat. Warga dikhawatirkan rentan mengalami gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), akibat paparan polusi pembakaran sampah dalam jangka panjang.
Meluasnya dampak pencemaran udara hingga ke kawasan pemukiman dan fasilitas umum menuntut tindakan cepat dari pihak pengelola TPA Sumompo serta instansi pemerintah terkait. Langkah penanganan darurat, pendinginan total (mopping-up), serta peninjauan ulang terhadap prosedur operasional pembongkaran sampah di tengah situasi rawan mendesak untuk segera dilakukan guna mencegah eskalasi krisis lingkungan yang lebih luas.
(Red)







