INTELIJENPOS.com, MANADO — Semangat muda, disiplin baja, dan rasa syukur yang mendalam menyatu dalam diri Aprilia Daniela Pandeiroot Tan. Gadis kelahiran Bandung, 11 April 2010 ini resmi mengukir prestasi membanggakan setelah terpilih dan dilantik sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Manado Tahun 2026.

Anak bungsu dari pasangan Irianto Harsono Tan dan Pricillia Pande-Iroot ini menempuh pendidikan SMP di lingkungan militer Yayasan Hang Tuah, yang membentuk karakter mandiri serta disiplin tinggi. Berkat karakter kuat tersebut, Aprilia berhasil menyabet gelar Putri Hang Tuah 2023. Keaktifannya dalam Pramuka Saka Bahari juga mengantarkannya meraih predikat tertinggi sebagai Pramuka Garuda pada tahun 2024, sebelum menjadi alumni Sekolah Balai Kehutanan pada 2025.
Tak hanya berprestasi di bidang organisasi dan kedisiplinan, siswi SMA Negeri 3 Manado ini juga aktif melestarikan budaya sebagai penari di sanggar tari Maengket, serta melayani di gereja sebagai pelayan altar penari tamborin di Gereja Bethany Elim.
Kepercayaan untuk bertugas di Paskibra Kota Manado merupakan impian besar yang menjadi kenyataan bagi Aprilia. Dipercaya mengisi posisi di Pasukan 17, ia berkesempatan menjalankan tugas mulia dua kali sekaligus, yaitu pada upacara pengibaran dan penurunan bendera.

“Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan Yesus yang sudah membawa sampai di titik ini. Ini semua 1% usaha dan 99% kemurahan Tuhan,” ungkap Aprilia penuh haru.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Wali Kota Manado, Bapak Andrei Angouw, yang telah mengukuhkan anggota Paskibra Kota Manado pada 15 Agustus 2026. Ucapan terima kasih turut dialamatkan kepada para pelatih yang menempah mental dan fisiknya, rekan-rekan tim Paskibra atas kebersamaan yang berharga, serta dukungan penuh dari keluarga besar.
Ketika ditanya mengenai cita-citanya, Aprilia menegaskan komitmennya untuk menjadi sosok yang berguna bagi bangsa, negara, dan orang tua. Jika Tuhan berkenan, ia berharap dapat melanjutkan pendidikannya di salah satu sekolah kedinasan.
Di akhir perbincangan, Aprilia menyelipkan pesan inspiratif bagi generasi muda Indonesia.
“Mari kita kembangkan potensi diri, bakat, dan karya, karena setiap kita diberikan talenta oleh Tuhan. Merdeka itu bukan berarti bebas tanpa tanggung jawab, tetapi bebas berkarya yang terbaik. Semoga Tuhan menyertai bangsa ini, Kota Manado, dan torang samua,” tutupnya.
(Red)







