INTELIJENPOS.com, MASOHI, MALTENG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah terus memasok kebutuhan air bersih bagi ribuan warga di tiga pulau di Kecamatan Kepulauan Banda yang terdampak kekeringan panjang.
Krisis air bersih melanda warga Pulau Ay, Pulau Sjahrir, dan Pulau Run dalam tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut terjadi akibat kekeringan berkepanjangan yang menyebabkan sumber air yang selama ini diandalkan masyarakat semakin menipis.
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, mengatakan Pemkab Maluku Tengah telah mengambil langkah penanganan dengan mengerahkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memasok air bersih ke wilayah terdampak.
“Kami sudah kerahkan PDAM untuk memasok bantuan air bersih kepada warga di sana,” kata Zulkarnain, Rabu (2/9/2026).
Selain Pemkab Maluku Tengah, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku juga turut memasok air bersih bagi masyarakat di tiga pulau tersebut.
Zulkarnain mengatakan, penanganan krisis air bersih tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, diperlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk komunitas sosial, untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“BWS juga sudah turun dan action di lapangan, termasuk sejumlah anggota DPRD. Nah, yang mau ikut berpahala, ayo silakan,” ujarnya.
Zulkarnain menjelaskan, masyarakat di Pulau Ay, Pulau Sjahrir, dan Pulau Run selama ini mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian kebutuhan air juga dipasok dari pulau lain.
Hal itu disebabkan ketiga pulau tersebut tidak memiliki sumber air permukaan yang memadai.
Untuk mengantisipasi kebutuhan air, warga biasanya membangun bak penampungan berukuran besar di sekitar rumah untuk menampung air hujan.
“Sebenarnya sumber air permukaan itu tidak ada di sana, karena pulau-pulau kecil kan, jadi harus disuplai dari pulau besar. Mereka biasanya memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari, mereka punya bak penampung. Namun, beberapa bulan ini tidak turun hujan, makanya ketersediaan air mereka habis,” jelasnya.
Bupati menegaskan, distribusi air bersih yang dilakukan pemerintah, BWS Maluku, serta sejumlah pihak lainnya saat ini masih merupakan langkah penanganan jangka pendek.
Karena itu, Pemkab Maluku Tengah mulai memikirkan solusi permanen agar masyarakat di tiga pulau tersebut tidak terus mengalami krisis air bersih setiap kali musim kemarau berkepanjangan terjadi.
Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah membangun fasilitas pengolahan air laut menjadi air bersih melalui teknologi penyulingan.
“Untuk jangka panjang, kita juga sedang berpikir agar ke depan mereka punya pengolahan air sendiri, misalnya penyulingan air laut. Itu yang sedang dipikirkan dan waktu akan terus berkembang, itu pasti terjadi,” pungkas Zulkarnain.
(NL)







