INTELIJPOS.com, BITUNG — Harapan ratusan tutor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Bitung untuk menerima insentif yang menjadi penunjang pengabdian mereka kembali mencuat.
Pasalnya, para tutor mengaku sudah hampir dua tahun tidak menerima insentif dari pemerintah daerah. Persoalan tersebut akhirnya dibawa ke DPRD Kota Bitung melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I dan Komisi II, Kamis (3/9/2026).

Ketua Forum PKBM Kota Bitung, Iskandar Rivai, dalam RDP tersebut mengungkapkan bahwa para tutor tidak lagi menerima insentif sejak tahun 2025 hingga saat ini.
Rivai menjelaskan, sebelumnya para tutor masih mendapatkan insentif dari pemerintah daerah, khususnya bagi tutor yang mengajar kelas usia 24 tahun ke atas.
“Waktu zaman Wali Kota Pak Maurits Mantiri, kami masih menerima insentif dari daerah untuk kelas 24 tahun ke atas. Tapi sejak 2025, kami sudah tidak menerima,” ujar Rivai
Menurut Rivai, persoalan ini perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bitung. Ia berharap pembayaran insentif tutor dapat menjadi prioritas dan diakomodasi dalam APBD Perubahan.
“Pemkot harus memprioritaskan pembayaran insentif ini, dengan menganggarkannya di APBD Perubahan, karena ini sangat penting. Kasihan para tutor yang sudah bekerja tapi tidak menerima insentif,” tegasnya.

DPRD Soroti Nasib Tutor PKBM
Keluhan para tutor tersebut mendapat perhatian dari anggota Komisi I DPRD Kota Bitung, Devi Honce Barakati, ST, MP.d.
Barakati mengaku prihatin dengan kondisi para tutor PKBM yang selama ini tetap menjalankan tugas mendidik masyarakat, namun insentif yang mereka terima disebut belum dibayarkan selama hampir dua tahun.
Menurut Barakati, persoalan insentif tutor tidak boleh dipandang sebelah mata. Para tutor telah membantu pemerintah dalam memberikan akses pendidikan kepada masyarakat melalui jalur pendidikan nonformal.
“Sangat prihatin dengan para tutor PKBM ini. Insentif mereka tidak banyak, tapi ternyata sudah hampir dua tahun tidak dibayar. Saya minta Pemkot segera membayar, karena ini menyangkut hajat hidup,” tandas Barakati.
Ia berharap Pemerintah Kota Bitung segera mencari solusi dan memberikan kepastian kepada para tutor terkait insentif yang belum mereka terima.
Para tutor berharap RDP bersama DPRD tidak berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi berujung pada langkah konkret pemerintah daerah.
Sebab, di balik kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di PKBM, terdapat para tutor yang tetap memberikan waktu, tenaga, dan pengetahuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kesempatan pendidikan.
Kini, mereka hanya menunggu satu hal: kepastian kapan insentif yang telah lama dinantikan itu akan dibayarkan.
(Sam)







