INTELIJENPOS.com, TATELI – Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) serentak di Desa Tateli Induk, Kabupaten Minahasa, pada Kamis (18/6/2026), menjadi sorotan publik. Kontestasi ini tercatat sebagai salah satu pemilihan paling sengit dan paling panas di Minahasa setelah calon nomor urut Theo Rambi dinyatakan menang dengan selisih yang sangat tipis dari pesaing terdekatnya, Deddy Wariki, yakni satu suara.

Ketegangan mencapai puncaknya pada saat proses rekapitulasi suara. Berdasarkan hasil akhir perhitungan, Theo Rambi meraih 371 suara, sementara Deddy Wariki membayangi ketat dengan perolehan 370 suara. Selisih hanya satu suara tersebut menjadikan momen ini sebagai salah satu kejadian paling krusial dalam sejarah Pilhut serentak di Minahasa tahun ini.
Suasana di lokasi penghitungan suara tampak intens. Para pendukung dari kedua kubu terus memantau dengan saksama setiap angka yang dibacakan oleh panitia. Kejar-mengejar perolehan suara yang berlangsung sejak awal hingga akhir membuat suasana menjadi sangat kompetitif, mencerminkan tingginya partisipasi politik warga Desa Tateli.
Kemenangan tipis ini menjadi bukti nyata bahwa setiap suara warga memiliki arti yang sangat vital bagi masa depan desa. Theo Rambi, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes), dianggap oleh masyarakat sebagai sosok yang memahami kebutuhan mendasar desa, terutama dalam hal pembenahan infrastruktur.
Dalam pernyataan pertamanya usai dinyatakan menang, Theo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Desa Tateli. Ia berjanji akan langsung tancap gas menjalankan program kerja prioritas, yakni perbaikan sistem drainase sebagai langkah awal sebelum melakukan pembangunan jalan paving di desa.
“Saya sangat bersyukur atas kepercayaan masyarakat yang telah diberikan. Ini adalah kemenangan seluruh warga Tateli. Saya akan merangkul semua pihak, baik pendukung maupun lawan politik, agar kita bisa bersatu membangun desa yang lebih baik,” ujar Theo dengan penuh keyakinan.
Theo juga menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan potensi lokal yang menjadi ikon desa, yaitu Pasar Tateli, destinasi wisata pantai, serta sektor industri tahu yang produknya sudah dikenal luas hingga ke Kota Manado. Menurutnya, pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh agar perubahan yang diharapkan masyarakat dapat benar-benar terealisasi.
Kini, setelah ketegangan pemilihan berakhir, masyarakat Desa Tateli diharapkan untuk kembali menjaga persatuan. Pilhut telah usai, dan saatnya seluruh elemen desa bersinergi di bawah kepemimpinan baru untuk membawa Desa Tateli Induk ke arah yang lebih maju dan sejahtera.
(Red)







Komentar