TNI Ternate Disorot Tajam, Padamkan Kebebasan Berekspresi

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

INTELIJENPOS.com, Ternate – Tindakan pembubaran paksa terhadap kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter berjudul Pesta Babi di kawasan Benteng Oranje, Ternate, Sabtu malam (09/05/2026), memicu gelombang kritik. Acara yang diinisiasi oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) tersebut dihentikan oleh sejumlah personel TNI saat agenda sedang berlangsung.

Alasan Keamanan dan Tudingan Provokasi

Dandim 1501/Ternate, Kolonel Inf. Jani Setiadi, memberikan klarifikasi terkait langkah anggotanya. Menurutnya, judul film dan atribut spanduk (banner) kegiatan tersebut dianggap memiliki muatan “provokatif”. Pihak keamanan mengkhawatirkan hal tersebut dapat memicu polemik yang mengganggu kondusivitas serta stabilitas sosial di tengah masyarakat Ternate.

AJI: Preseden Buruk bagi Ruang Demokrasi

Merespons insiden tersebut, Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, menyatakan kekecewaan mendalam. Ia menegaskan bahwa pembubaran diskusi dan pemutaran film adalah langkah mundur bagi demokrasi dan kebebasan berkumpul yang dijamin oleh undang-undang.

“Kami sangat menyayangkan tindakan ini. Pembubaran ruang diskusi publik seperti ini bisa menjadi preseden buruk yang mengancam kebebasan berekspresi warga sipil ke depannya,” tegas Yunita.

Media Edukasi yang Terhambat

Film dokumenter tersebut sejatinya dirancang sebagai media edukasi dan pemantik diskusi publik mengenai isu-isu sosial yang relevan. Namun, penghentian paksa ini justru menimbulkan spekulasi dan sorotan tajam dari berbagai kalangan, mulai dari jurnalis, pegiat hak asasi manusia, hingga warganet di media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, peristiwa di Benteng Oranje tersebut terus menjadi bahan perdebatan hangat mengenai di mana batas antara stabilitas keamanan dan hak warga negara dalam berpendapat secara damai dan terbuka.

(Lukhy)

Berita Terkait

Demonstran Pedagang Ikan Desak Polda Sulut Lanjutkan Kasus Dugaan  Korupsi PD Pasar Manado
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka kepada Insan Pers Terkait Pernyataan Kontroversial
Kebakaran Landa PT FUTAI Bitung: Polisi Selidiki Penyebab, Warga Kembali Soroti Isu Lingkungan
Gunung Karangetang Meletus, Warga Siau Barat Sempat Panik Dengar Dentuman
Pilhut Terpanas: Beda Satu Suara, Antar Theo Rambi Ke Kursi Tateli-1
Dialog Buntu di Depan Pagar DPRD Sulut: Aspirasi Mahasiswa Terkubur Kericuhan
Viral, Video Oknum Pegawai Kejati Sultra Diduga Seret Demonstran saat Aksi Unjuk Rasa
Beli Pertalite 25 Liter, Dua Pemuda Medan Terancam Pidana dan Denda 60 Milyar
Berita ini 21 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:14 WIB

Demonstran Pedagang Ikan Desak Polda Sulut Lanjutkan Kasus Dugaan  Korupsi PD Pasar Manado

Senin, 20 Juli 2026 - 14:19 WIB

Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka kepada Insan Pers Terkait Pernyataan Kontroversial

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:25 WIB

Kebakaran Landa PT FUTAI Bitung: Polisi Selidiki Penyebab, Warga Kembali Soroti Isu Lingkungan

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:19 WIB

Gunung Karangetang Meletus, Warga Siau Barat Sempat Panik Dengar Dentuman

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:32 WIB

Pilhut Terpanas: Beda Satu Suara, Antar Theo Rambi Ke Kursi Tateli-1

Berita Terbaru