Pemprov Sulut Rombak KUA-PPAS 2026, Gubernur Yulius Tekankan Anggaran Tepat Sasaran

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:13

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

INTELIJENPOS.com, MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melakukan penyesuaian arah kebijakan fiskal tahun 2026 sebagai langkah responsif terhadap dinamika anggaran serta hasil evaluasi semester pertama.

Langkah tersebut dipaparkan langsung oleh Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang digelar pada Senin, 24 Agustus 2026. Di hadapan pimpinan dan anggota dewan, Gubernur menyampaikan nota penjelasan mengenai Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026, serta Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL).

Fokus Anggaran dan Penyesuaian Makro

Gubernur menjelaskan bahwa penyusunan perubahan KUA-PPAS ini berlandaskan pada evaluasi kinerja pembangunan, realisasi APBD semester I, dan proyeksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya. Dalam situasi keterbatasan fiskal, pemda mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menerapkan efisiensi belanja secara ketat.

Prinsip Money Follow Program Priority diterapkan melalui refocusing anggaran. Program dengan penyerapan rendah dievaluasi kembali, sementara dana diprioritaskan bagi sektor strategis dan kewajiban mengikat.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, sejumlah target makro ekonomi dalam perubahan RKPD 2026 turut disesuaikan:

Pertumbuhan Ekonomi: Direvisi dari kisaran 6,05–7,05 persen menjadi 5,2–6,3 persen, menyusul capaian Triwulan I yang berada di angka 5,54 persen.

Kesejahteraan Sosial: Tingkat kemiskinan dipatok turun pada rentang 6,47–6,22 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di kisaran 5,20–5,90 persen, dan Gini Ratio dijaga stabil pada 0,341.

Indikator Lain: PDRB per kapita ditargetkan mencapai Rp75,24 juta dengan kontribusi terhadap PDRB nasional sebesar 0,87 persen, penurunan emisi gas rumah kaca 14,7 persen, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di angka 80,93, serta inflasi terkendali pada level 2,2 persen.

Proyeksi Keuangan Daerah

Dari struktur APBD perubahan, terdapat pergerakan angka pada komponen keuangan:

Pendapatan Daerah: Meningkat dari Rp3,168 triliun menjadi Rp3,228 triliun (bertambah sekitar Rp59,32 miliar).

Belanja Daerah: Naik dari Rp3,008 triliun menjadi Rp3,194 triliun (penambahan sekitar Rp186,44 miliar).

Pembiayaan: Penerimaan pembiayaan terkerek dari Rp50 miliar menjadi Rp177,12 miliar, sementara pengeluaran pembiayaan tetap di angka Rp210,62 miliar untuk pelunasan cicilan pokok utang kepada PT SMI.

Regulasi Baru TJSL dan Apresiasi DPRD

Selain anggaran, agenda sidang juga fokus pada pembahasan Ranperda TJSL. Regulasi ini dirancang untuk memaksimalkan kontribusi dunia usaha terhadap pemberdayaan masyarakat di Bumi Nyiur Melambai.

Berlandaskan sembilan asas—mulai dari kepastian hukum, transparansi, hingga berwawasan lingkungan—Ranperda ini mengatur pembentukan Forum TJSL, mekanisme perencanaan, hingga tata cara pengawasan. Sektor program mencakup keagamaan, lingkungan, UMKM, penanganan bencana, infrastruktur dasar, hingga pembinaan pemuda dan olahraga.

Pemerintah daerah tidak sekadar memberikan insentif berupa penghargaan dan publikasi bagi perusahaan yang patuh, tetapi juga menyiapkan sanksi administratif bertahap hingga pencabutan izin bagi korporasi yang mengabaikan kewajiban sosialnya.

Menutup pidatonya, Gubernur Yulius menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran DPRD Sulut atas komitmen bersama dalam mengawal jalannya pembangunan. Ia menegaskan bahwa esensi perubahan anggaran ini adalah memastikan setiap rupiah uang rakyat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.

(Red)

Berita Terkait

Gubernur YSK, Kolaborasi Pemkot Manado dan KKP Salurkan Air Bersih ke Pulau Manado Tua
Gubernur Yulius Selvanus Ajak Insan Pers Kritis, Tegaskan Pemprov Sulut Terbuka Koreksi
Fitch Ratings Afirmasi Peringkat Bank SulutGo di A(idn) dengan Outlook Stabil, Tegaskan Kualitas Kredit dan Likuiditas Solid
Awas “Zombie Drugs” Masuk Manado! BNN Sulut Apresiasi Deklarasi Anti-Narkotika Lentera Milenial dan GANNAS
Imigrasi Sulut Tunda Keberangkatan Ratusan WNI Terindikasi TPPO, Perkuat Kolaborasi Lintas Batas
GANNAS Sulut Kolaborasi Dengan Festival Lentera Kemerdekaan: Semarakkan HUT ke-81 RI di Pantai Pasir Putih Manado
Gubernur Sulut Luncurkan Pemutihan Pajak dan Bibit Kelapa di HUT RI & Provinsi
Kapolda Sulut Pimpin Sertijab PJU dan Kapolres, Tekankan Semangat Presisi dan Pelayanan Masyarakat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:19

Gubernur YSK, Kolaborasi Pemkot Manado dan KKP Salurkan Air Bersih ke Pulau Manado Tua

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:26

Gubernur Yulius Selvanus Ajak Insan Pers Kritis, Tegaskan Pemprov Sulut Terbuka Koreksi

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:13

Pemprov Sulut Rombak KUA-PPAS 2026, Gubernur Yulius Tekankan Anggaran Tepat Sasaran

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:56

Fitch Ratings Afirmasi Peringkat Bank SulutGo di A(idn) dengan Outlook Stabil, Tegaskan Kualitas Kredit dan Likuiditas Solid

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:37

Awas “Zombie Drugs” Masuk Manado! BNN Sulut Apresiasi Deklarasi Anti-Narkotika Lentera Milenial dan GANNAS

Berita Terbaru