Geotermal Maluku Tengah Jadi Sorotan IIGCE 2026, Bupati Zulkarnain Bidik Peluang Investasi Energi Bersih

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:08

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

INTELIJENPOS.com, JAKARTA — Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, terus mendorong langkah strategis untuk membuka peluang investasi dan mempercepat pembangunan daerah. Salah satu potensi yang kini mendapat perhatian serius adalah pengembangan energi panas bumi atau geotermal di wilayah Maluku Tengah. Peluang tersebut mengemuka dalam 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (19/8/2026).

IIGCE 2026 merupakan forum internasional yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor panas bumi. Tahun ini, forum tersebut mengusung tema “Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as the Baseload Driving Energy Transition and Security.”

Dalam forum tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut menyoroti besarnya peluang pengembangan energi panas bumi di Maluku, termasuk potensi pembangunan pembangkit dengan kapasitas yang lebih besar.

Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah wilayah Kilometer 12, Banda Baru, Kabupaten Maluku Tengah, yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari agenda transisi energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah.

Bahlil mendorong Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah agar menyiapkan perencanaan secara matang sehingga potensi tersebut dapat diarahkan menuju tahapan realisasi. Persiapan itu mencakup kajian teknis, tata ruang, kesiapan lokasi, hingga pengembangan bersama badan usaha yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perhatian terhadap potensi panas bumi di Maluku bukan hal baru. Kementerian ESDM sebelumnya telah menyampaikan bahwa Maluku memiliki potensi geotermal yang perlu dikembangkan. Bahkan pada 2025, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta PLN mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berkapasitas 40 megawatt (MW) di Maluku.

Bagi Pemerintah Maluku Tengah, peluang tersebut memiliki arti strategis. Pengembangan geotermal tidak hanya berpotensi memperkuat ketahanan energi, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendorong pembangunan infrastruktur pendukung di sekitar kawasan proyek.

Selain itu langkah Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir yang aktif mengikuti berbagai forum strategis tingkat nasional dan internasional mendapat apresiasi dari Gerakan Pemuda Inovasi Maluku Tengah Bangkit (GPI-MB).

Direktur Eksekutif GPI-MB menilai kehadiran Bupati dalam forum IIGCE 2026 menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah begitu aktif menangkap peluang investasi dan pembangunan jangka panjang, tidak hanya berfokus pada persoalan pembangunan saat ini.

Eksekutif GPI-Malteng Bangkit mengapresiasi langkah cepat dan berbagai terobosan Bupati Maluku Tengah. Beliau terus bergerak dan intens mengikuti agenda-agenda besar yang memiliki kaitan langsung dengan masa depan Maluku Tengah,” ujar Direktur Ekskutif GPI-MB.

Menurut Direktur GPI-MB, potensi geotermal harus dipandang sebagai peluang besar yang membutuhkan keseriusan sejak tahap awal. Pemerintah daerah dinilai perlu memastikan setiap proses dilakukan secara transparan, berbasis kajian ilmiah, sesuai ketentuan hukum, serta tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

IIGCE 2026 juga menjadi momentum bagi Maluku Tengah untuk memperkenalkan potensi daerah kepada pemerintah pusat, investor, dan pelaku industri energi.

Dengan adanya perhatian Menteri ESDM terhadap potensi geotermal di Maluku Tengah, GPI-MB berharap Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah segera menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan Kementerian ESDM, PLN, Pemerintah Provinsi Maluku, calon investor, serta pihak-pihak yang memiliki kompetensi di bidang panas bumi.

Bagi GPI-MB, pengembangan geotermal bukan sekadar proyek energi. Jika dikelola secara tepat dan berkelanjutan, sektor tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya pusat ekonomi baru di Maluku Tengah.

Maluku Tengah memiliki banyak potensi. Yang dibutuhkan adalah keberanian pemerintah daerah untuk menangkap peluang, menyiapkan perencanaan yang matang dan memastikan setiap peluang besar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Direktur GPI-MB.

Kehadiran Bupati Zulkarnain Awat Amir di forum internasional IIGCE 2026 sekaligus memperkuat jejaring pembangunan antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, dan investor.

IIGCE 2026 berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di JICC dan menjadi salah satu forum penting dalam pengembangan sektor panas bumi Indonesia dengan melibatkan pemangku kepentingan nasional maupun internasional.

Gerakan Pemuda Inovasi-Malteng Bangkit, berharap momentum tersebut tidak berhenti pada forum dan diskusi, tetapi diterjemahkan menjadi langkah konkret, mulai dari kajian, perencanaan, penyiapan investasi hingga realisasi pembangunan.

Jika seluruh proses dapat berjalan secara terukur dan berpihak pada kepentingan masyarakat, potensi panas bumi di Maluku Tengah bukan tidak mungkin menjadi salah satu energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah.

(NL)

Berita Terkait

Pemkab Maluku Tengah Pasok Air Bersih ke Tiga Pulau Terdampak Kekeringan
Flobamora NTT di Masohi Tampilkan Solidaritas Tanpa Batas, Kumpulkan Puluhan Juta untuk Korban Gempa NTT
Duka NTT, Duka Bersama: Flobamora NTT Maluku Tengah Galang Dana untuk Korban Gempa
Pentas Seni Karya Muda Hadirkan Ruang Kreatif Baru di Dulang Patita Masohi
Mahasiswa KKN Universitas Dr. Djar Wattiheluw kelompok I Sosialisasikan PHBS dan Pencegahan Stunting di Negeri Mosso
Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Maluku Tengah, Berpusat 41 Kilometer Tenggara
Semarak HUT Ke-81 RI di Negeri Mosso, KKN Unidjar Wattiheluw Hidupkan Tradisi, Kebersamaan, dan Semangat Persaudaraan
Aktivis Seram Kecam Dugaan Ungkapan Rasis terhadap Mahasiswa Pegunungan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 13:57

Pemkab Maluku Tengah Pasok Air Bersih ke Tiga Pulau Terdampak Kekeringan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:11

Flobamora NTT di Masohi Tampilkan Solidaritas Tanpa Batas, Kumpulkan Puluhan Juta untuk Korban Gempa NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:49

Duka NTT, Duka Bersama: Flobamora NTT Maluku Tengah Galang Dana untuk Korban Gempa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 22:37

Pentas Seni Karya Muda Hadirkan Ruang Kreatif Baru di Dulang Patita Masohi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:18

Mahasiswa KKN Universitas Dr. Djar Wattiheluw kelompok I Sosialisasikan PHBS dan Pencegahan Stunting di Negeri Mosso

Berita Terbaru