INTELIJENPOS.com, TATELI DUA – Menjelang pemilihan Hukum Tua di Desa Tateli Dua, salah satu kandidat, Dra. Hj. Hamida Mudjimu, menarik perhatian warga dengan langkah yang tidak biasa. Ia menempatkan isu kesehatan sebagai prioritas utama dalam visi-misinya, dengan jargon “Pentingnya Kesehatan bagi Desa.”
Dalam spanduk kampanyenya yang terpampang di berbagai sudut desa, Dra. Hj. Hamida menegaskan bahwa pembangunan desa yang maju tidak akan berarti jika warganya tidak dalam kondisi prima.
“Masyarakat sehat adalah modal utama untuk membangun desa yang kuat. Fokus kita bukan hanya membangun fisik, tetapi membangun manusia yang bugar, produktif, dan sejahtera,” ujar sosok yang dikenal dengan visi CERIA (Cerdas, Ekonomi Kuat, Rohani, Indah, Aman, dan Sehat) ini.
Edukasi Berjalan Seiring Kampanye
Tidak sekadar berjanji, tim sukses Dra. Hj. Hamida juga menyebarkan selebaran edukasi kesehatan kepada warga. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen kandidat untuk segera menggerakkan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah masyarakat, bahkan sebelum masa jabatan dimulai.
Selebaran tersebut berisi panduan praktis “Menjaga Kesehatan”, mulai dari pentingnya pola makan bergizi dengan mengurangi makanan instan, kewajiban berolahraga minimal 30 menit setiap hari, hingga anjuran pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Gotong Royong untuk Kesehatan Bersama
Program “CERIA” yang diusung Dra. Hj. Hamida mencakup aspek komprehensif. Selain layanan kesehatan yang merata hingga ke pelosok desa, ia juga menekankan pentingnya gotong royong. Menurutnya, kesehatan lingkungan dan warga adalah tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama.
Warga Desa Tateli Dua pun menyambut antusias pendekatan yang edukatif ini. Banyak yang menilai bahwa visi “Sehat Desanya, Sejahtera Warganya, Maju Bersamanya” sangat relevan dengan kebutuhan dasar masyarakat saat ini.
Dengan pendekatan yang memadukan kampanye politik dan edukasi kesehatan, Dra. Hj. Hamida Mudjimu berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa “Sehat Itu Murah, Sakit Itu Mahal,” sekaligus membawa perubahan nyata bagi Desa Tateli Dua ke arah yang lebih maju dan berdaya saing.
(Red)







Komentar