INTELIJENPOS.COM, MINUT — Jajaran Satlantas Polres Minahasa Utara mengamankan tiga pelajar SMA Negeri 1 Kauditan di sekitar kawasan SMA Negeri 1 Airmadidi, Selasa (29/9/2026). Penertiban yang awalnya difokuskan pada kendaraan berknalpot racing ini mendadak tegang setelah petugas menemukan senjata api dan besi runcing di kendaraan siswa.
Dari tiga pelajar yang diamankan, salah satunya merupakan siswa kelas III berinisial CW. Berdasarkan keterangan di lapangan, CW dipastikan dalam kondisi sadar dan tidak berada di bawah pengaruh alkohol saat diamankan petugas.

Selain benda yang diduga senjata api (senpi), pemeriksaan terhadap kendaraan siswa juga menghasilkan temuan berupa sepotong besi ulir berukuran sekitar 30 sentimeter yang bagian ujungnya telah dibentuk menyerupai benda tajam dan runcing.
Temuan ini semakin meningkatkan atensi aparat terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan pendidikan, terlebih setelah adanya laporan warga mengenai dugaan perkelahian antarsiswa yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Dua Hari Dipantau, Razia Ungkap Benda Berbahaya
Kasat Lantas Polres Minut Iptu Ismail Diko, S.Sos, didampingi anggotanya Steven L., menjelaskan kepada awak media bahwa petugas telah melakukan pemantauan selama dua hari di kawasan tersebut.
Menurutnya, monitoring ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas banyaknya keluhan masyarakat terkait maraknya penggunaan knalpot bising oleh anak-anak sekolah. Namun di luar dugaan, razia kendaraan tersebut justru menjaring siswa yang membawa benda berbahaya jenis senpi.

“Sudah dua hari kami lakukan monitoring di lokasi ini terkait banyaknya keluhan masyarakat mengenai kendaraan bermotor roda dua yang dikendarai anak-anak sekolah menggunakan knalpot racing/brong. Namun saat ini petugas mendapati ada siswa yang membawa senpi dan telah kami amankan,” ujar Iptu Ismail Diko.
Warga Khawatir Konflik Antarsiswa Meluas
Di sisi lain, sejumlah warga yang beraktivitas di sekitar SMA Negeri 1 Airmadidi mengaku resah menyusul informasi adanya perkelahian antarsiswa berseragam SMA beberapa hari lalu.
Meskipun warga belum mengetahui secara pasti asal sekolah dari para pelajar yang terlibat, kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa perselisihan tersebut dapat meluas menjadi tawuran antarpelajar.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius mengingat lingkungan sekolah seharusnya menjadi zona aman bagi para pelajar. Kehadiran senjata api rakitan dan besi runcing di tangan siswa tersebut sepenuhnya diserahkan untuk ditangani dan didalami oleh pihak kepolisian.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pemeriksaan terhadap para pelajar serta penyelidikan mendalam mengenai asal-usul dan status hukum barang bukti tersebut masih ditangani oleh aparat penegak hukum.
Sumber: Satlantas Polres Minut
(Red)







