Perkuat Nelayan Lokal, KKP Hibahkan 3 Kapal Rampasan “Illegal Fishing” ke Pemprov Sulut

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:03

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

INTELIJENPOS.com, Manado – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi menyerahkan tiga unit kapal hasil rampasan tindak pidana pencurian ikan (illegal fishing) kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Penyerahan ini bertujuan untuk memperkuat armada perikanan lokal sekaligus menjaga kedaulatan laut di wilayah perbatasan.

Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono, menyerahkan langsung aset tersebut di Manado pada Jumat. Ia menjelaskan bahwa ketiga kapal ini sebelumnya ditangkap di perairan Sulawesi Utara saat melakukan aktivitas penangkapan ikan secara ilegal.

“Ketiga kapal rampasan ini dulunya ditangkap di perairan Sulawesi Utara. Saya yakin dengan karakter laut yang ada di wilayah ini, kapal yang diserahkan akan sangat produktif apabila dioperasionalkan dengan baik dan benar,” ujar Pung dalam sambutannya.

Pung menambahkan bahwa kehadiran fisik nelayan lokal di laut merupakan strategi pertahanan terbaik. Menurutnya, perairan yang tidak dijaga oleh nelayan sendiri akan dianggap sebagai “halaman kosong” oleh para pencuri ikan asing.

“Laut itu ibarat kebun. Ketika tidak ada pengelolanya, orang melihatnya liar dan buahnya bisa diambil siapa saja. Namun, ketika ada pemiliknya di situ yang melakukan perawatan dan pengawasan, orang akan berpikir dua kali untuk masuk,” jelasnya.

Optimisme serupa disampaikan Dirjen PSDKP terkait potensi perikanan Sulawesi Utara yang sangat besar. Dengan dihibahkannya kapal ini, diharapkan ruang laut Sulut akan dipenuhi oleh nelayan Indonesia, sehingga menutup celah bagi pelaku illegal fishing.

Dalam skema pengawasan, KKP juga menempatkan nelayan sebagai “mata dan telinga” pemerintah. Jika nelayan melaporkan adanya kapal asing, personel pengawas dapat segera melakukan intersep secara cepat dan akurat. “Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini adalah kunci mewujudkan sektor kelautan yang maju dan berdaya saing,” tegas Pung.

Sebagai bentuk komitmen timbal balik dalam memperkuat sinergi di daerah, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor J. Mailangkay, secara simbolis menyerahkan aset berupa tanah dan bangunan di Tumumpa, Kota Manado, kepada KKP untuk digunakan sebagai fasilitas penunjang pengawasan perikanan.

(Lukhy)

Berita Terkait

Deisy Simbala,S.P., Anggota DPRD Boltim Melayat ke Rumah Duka Alm. Pitres Sombowadile, Kenang Jasa dan Keteladanan Almarhum
Jemmy Asiku: ‘Uang Disita Kejati Sulut Itu Murni Hasil Usaha, Saya Bukan Pejabat’
Kapolda Sulut Brigjen Pol Yudo Hermanto Tiba di Manado, Disambut Hangat Gubernur YSK
Adu Keharmonisan Vokal di BSG Fest 2026: Bank SulutGo Gelar ASN Group Singing Competition Berhadiah Jutaan Rupiah
Gubernur YSK, Kolaborasi Pemkot Manado dan KKP Salurkan Air Bersih ke Pulau Manado Tua
Gubernur Yulius Selvanus Ajak Insan Pers Kritis, Tegaskan Pemprov Sulut Terbuka Koreksi
Pemprov Sulut Rombak KUA-PPAS 2026, Gubernur Yulius Tekankan Anggaran Tepat Sasaran
Fitch Ratings Afirmasi Peringkat Bank SulutGo di A(idn) dengan Outlook Stabil, Tegaskan Kualitas Kredit dan Likuiditas Solid
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:36

Deisy Simbala,S.P., Anggota DPRD Boltim Melayat ke Rumah Duka Alm. Pitres Sombowadile, Kenang Jasa dan Keteladanan Almarhum

Jumat, 18 September 2026 - 15:02

Jemmy Asiku: ‘Uang Disita Kejati Sulut Itu Murni Hasil Usaha, Saya Bukan Pejabat’

Selasa, 8 September 2026 - 22:04

Kapolda Sulut Brigjen Pol Yudo Hermanto Tiba di Manado, Disambut Hangat Gubernur YSK

Senin, 7 September 2026 - 19:41

Adu Keharmonisan Vokal di BSG Fest 2026: Bank SulutGo Gelar ASN Group Singing Competition Berhadiah Jutaan Rupiah

Selasa, 1 September 2026 - 13:19

Gubernur YSK, Kolaborasi Pemkot Manado dan KKP Salurkan Air Bersih ke Pulau Manado Tua

Berita Terbaru