INTELIJENPOS.COM, MANADO – Kabar membanggakan datang dari Kota Bitung, Sanggar Seni Budaya Sumuwuk Bitung menjadi satu-satunya komunitas budaya yang berhasil lolos dalam Program “Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahap II Tahun 2026”
Kepastian tersebut ditandai dengan dilaksanakannya penandatanganan Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SP2B) di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sulawesi Utara, Senin (14/9/2026).

Program ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara dalam mendorong berbagai upaya pemajuan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Dalam penyampaian kegiatan, Wenny Wuisan, SS., M.Si, mengatakan bahwa dukungan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kebudayaan daerah di Sulawesi Utara.
“Penandatangan hari ini lewat UPT Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Sulut, diharapkan dapat memajukan kebudayaan daerah yang ada di Sulawesi Utara. Pada tahap I ada 15 bantuan perseorangan, sedangkan pada tahap II ada 15 bantuan perseorangan dan satu komunitas budaya. Kami mengucap selamat untuk para penerima yang lolos seleksi,” ujar Wenny.
BPK Sulut: Bantuan Bukan Sekadar Dana
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara, Anton Hariyanto, S.Kom., M.M.Si, berharap seluruh kegiatan yang nantinya dilaksanakan para penerima bantuan dapat berjalan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Anton juga mengingatkan para penerima bantuan agar memperhatikan proses administrasi dan pelaporan kegiatan sehingga seluruh penggunaan bantuan dapat dipertanggungjawabkan.
“Diharapkan kegiatan yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan baik, masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Untuk itu, proses pelaporan dapat dibuat dengan baik dan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Anton.
Menurutnya, program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan bukan hanya berbicara mengenai bantuan, tetapi merupakan pemicu dan stimulus, agar kegiatan kebudayaan dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan pemicu, stimulus. Jika pada kelanjutan bisa stabil, berjalan baik, bisa juga melibatkan pihak lain. Bibit bisa tumbuh, bersemi dan lestari,” tuturnya.
Sumuwuk Fokus pada Pembinaan dan Pelestarian Kolintang
Mewakili satu-satunya komunitas budaya yang berhasil lolos, Sonny Runtu menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Sanggar Seni Budaya Sumuwuk Bitung.
“Kami senang karena Sanggar Seni Budaya Sumuwuk Bitung yang fokus utama kegiatan di bidang pembinaan dan pelestarian Kolintang bisa mendapatkan kepercayaan ini,” kata Sonny.
Menurut Sonny, kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi Sumuwuk untuk semakin serius dalam melakukan pembinaan dan pelestarian seni budaya, khususnya “Kolintang” yang merupakan salah satu warisan budaya penting dari Sulawesi Utara.
Bantuan tersebut nantinya akan mendukung pelaksanaan “Workshop Kolintang”yang direncanakan berlangsung pada September 2026.
“Kami ingin mempertahankan warisan budaya Kolintang ini lewat kegiatan workshop yang akan dibuat bulan September ini,” ujar Sonny.
Sonny sendiri merupakan salah satu guru Kolintang di Manado Independent School (MIS), sekaligus Ketua Sanggar Seni Budaya Sumuwuk. Ia berharap kegiatan workshop tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, mencintai, dan melestarikan Kolintang.

Dorong Generasi Muda Cintai Budaya Lokal
Keberhasilan Sanggar Seni Budaya Sumuwuk lolos sebagai satu-satunya komunitas budaya pada tahap II Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan 2026 menjadi motivasi tersendiri bagi para penggiat seni budaya di Kota Bitung.
Dengan adanya dukungan tersebut, Sumuwuk diharapkan semakin mampu mengembangkan program pembinaan seni budaya berbasis masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.
Workshop Kolintang yang akan dilaksanakan nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan regenerasi pemain Kolintang sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
Bagi Sanggar Seni Budaya Sumuwuk, pelestarian budaya bukan sekadar mempertahankan warisan masa lalu, tetapi juga memastikan agar budaya tersebut tetap hidup, dipelajari, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa komunitas budaya di daerah, termasuk Kota Bitung, memiliki potensi besar untuk terus berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan di Sulawesi Utara.
(Sam)







