INTELIJENPOS.com, MANADO – Jagat media sosial di Sulawesi Utara sempat dihebohkan dengan beredarnya rekaman video yang memperlihatkan aksi kericuhan di sebuah lokasi perkemahan organisasi keagamaan. Menyikapi situasi tersebut pihak Polsek Toulouaaan melakukan mediasi

Dalam video yang viral tersebut, tampak sekelompok pemuda terlibat konfrontasi di area sekitar tenda dan bangunan perkemahan, sementara sejumlah peserta lain berupaya melakukan mediasi agar situasi tidak semakin memanas.
Peristiwa ini diketahui terjadi di lokasi Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) Sinode GMIM tahun 2026, yang dipusatkan di Lokasi Perkemahan Senayan, Desa Lobu Satu, Kecamatan Touluaan, Kabupaten Minahasa Tenggara. Ajang ini sebelumnya sempat menjadi sorotan positif karena menjadi panggung unjuk gigi kreativitas generasi muda, bahkan sempat dikunjungi oleh pimpinan daerah, Ketua Pemuda Sinode GMIM Pnt. Rio Dondokambey, serta Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Tenggara pada Selasa (30/6/2026).

Terkait insiden yang terjadi, seorang saksi di lokasi bernama JLW memberikan kesaksian mengenai kronologi keributan tersebut melalui kolom komentar di media sosial. Menurut JLW kericuhan bermula saat upaya mediasi damai dilakukan:
“Saat torangg pe laki” berusaha melerai dan mendamaikan dengan cara ba cerita bae, supaya semua blh selesai dengan kepala dingin, oknum” tertentu sudah mulai melakukan kekerasan dengan coba” melakukannya kepada wanita” yang ada di tenda, tentunya laki” tidak tinggal diam.” ungkap JLW di kolom komentar

Lebih lanjut, JLW mengungkapkan bahwa situasi memburuk ketika terjadi tindakan agresif di lokasi
“Akhirnya drng mo cba” adu domba melalui drng cari hal pa perempuan” drng lempar dg kursi dan sebagainya.” ujarnya

Pihak tuan rumah (tenda) pun menyayangkan kejadian ini karena merasa telah menyambut peserta dengan baik, namun justru mendapatkan perlakuan yang tidak diharapkan saat peserta lain sedang beristirahat.
Kabar baiknya, insiden tersebut kini telah berakhir dengan damai. Para pelaku kericuhan di lokasi perkemahan telah dipertemukan di Polsek Touluaan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.
Melalui proses mediasi di kepolisian, para pihak yang terlibat telah saling memaafkan dan berkomitmen untuk menjaga kerukunan serta kedamaian di hati.
(Red)







Komentar