Polres Bitung Gagalkan Peredaran 200 Butir Trihexyphenidyl, Dua Terduga Pengedar Diamankan

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:22

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

INTELEJENPOS.com, Bitung – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bitung berhasil membongkar dugaan praktik peredaran obat keras tanpa izin di wilayah Kecamatan Matuari. Dalam operasi tersebut, dua pemuda berinisial AM (20) dan FJW (21) diringkus beserta ratusan butir barang bukti.

Penangkapan dilakukan pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 23.30 WITA. Petugas menyergap terduga pelaku di kawasan Perumahan Korea, Kelurahan Manembo-Nembo Atas.

Kronologi Penangkapan

Kasat Narkoba Polres Bitung, Iptu Jefri Duabay, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut cepat atas laporan dari warga setempat.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang resah, kemudian kami tindak lanjuti dengan penyelidikan mendalam,” ujar Iptu Jefri dalam keterangannya.

Dari tangan AM, polisi menyita:

200 butir obat berwarna kuning yang diduga jenis trihexyphenidyl (heximer).

Dua paket plastik bening sebagai pembungkus.

Satu unit ponsel genggam dan tas kecil yang digunakan untuk bertransaksi.

Pengembangan Jaringan

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, AM bernyanyi bahwa barang haram tersebut ia dapatkan dari rekannya, FJW. Bergerak cepat, tim buser narkoba langsung mengamankan FJW di lokasi yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama.

“Keduanya mengakui bahwa obat tersebut rencananya akan diedarkan dengan harga Rp10.000 per butir,” tambah Iptu Jefri.

Apresiasi Peran Masyarakat

Iptu Jefri menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata sinergi antara kepolisian dan warga. Ia berharap masyarakat tidak ragu untuk melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat terlarang.

“Kami sangat mengapresiasi informasi dari masyarakat. Ini menunjukkan bahwa pemberantasan obat-obatan berbahaya membutuhkan kerja sama semua pihak,” pungkasnya.

Saat ini, kedua terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Bitung untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan pengedar yang lebih luas.

(Lukhy)

Berita Terkait

BNN Kota Bitung Sampaikan Materi P4GN dalam Kegiatan Literasi Kolaboratif Bersama Pegadaian dan Dinas Perpustakaan
Aksi Peduli Sosial Pengusaha Muda Reinaldy Ibrahim untuk Korban Kebakaran Pateten Bitung
Buku “Topeng Pelayanan” Siap Diluncurkan, Menguak Realitas di Balik Kehidupan Pelayan Tuhan
Jangkau Empat Lingkungan, AP IBM Manatas Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba
Warga Manembo-Nembo Atas Diperkuat, BNN Kenalkan IBM sebagai Garda Pemulihan Berbasis Masyarakat
Workshop Peningkatan Kapasitas Pelatih Kolintang 2026 Berjalan Lancar
Lawan Narkoba dari Tingkat Kelurahan, Manembo-Nembo Atas Resmi Bentuk Tim Agen Pemulihan IBM
Sumuwuk Bitung Ukir Prestasi, Jadi Satu-satunya Komunitas Budaya Lolos Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:38

BNN Kota Bitung Sampaikan Materi P4GN dalam Kegiatan Literasi Kolaboratif Bersama Pegadaian dan Dinas Perpustakaan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:12

Aksi Peduli Sosial Pengusaha Muda Reinaldy Ibrahim untuk Korban Kebakaran Pateten Bitung

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:12

Buku “Topeng Pelayanan” Siap Diluncurkan, Menguak Realitas di Balik Kehidupan Pelayan Tuhan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:08

Jangkau Empat Lingkungan, AP IBM Manatas Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:18

Warga Manembo-Nembo Atas Diperkuat, BNN Kenalkan IBM sebagai Garda Pemulihan Berbasis Masyarakat

Berita Terbaru